Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang putri bernama Luna dari Kerajaan Humirun. Raja dan ratu Humirun senang akan kelahiran anaknya ini.
Putri Luna tumbuh menjadi anak yang manja dan sombong. Setiap hari ada saja ulahnya yang membuat Kerajaan umirun ribut.
Pada suatu pagi, saat Raja dan Ratu sarapan bersama Putri Luna, tiba-tiba Putri Luna merengek karena gaun untuk hari ulang tahunnya belum ada.
"Luna sayang, Ayah tahu kamu ingin baju baru, tapi bukankah baju pestamu masih banyak di lemari pakaianmu?" kata Raja.
"Tapi Ayah, baju-bajuku sudah kuno dan sudah aku pakai setiap harinya. Teman-temanku bisa bosan melihatku memakai baju itu."
"Tentu saja tidak," kata ayahnya.
"Aku, kan, ingin tetap cantik dan anggun. Masa aku memakai baju yang kuno?"
Sang raja hanya tersenyum.
Pagi hari pun tiba. Putri Luna sudah bersiap-siap untuk hari ulang tahunnya. Tentu saja Putri Luna tidak memakai baju lamanya yang dia anggap kuno. Raja Humirun sudah membelikan baju yang bagus untuk anak kesayangannya itu.
Putri Luna menunggu teman-temannya di pintu istana. Yang pertama datang adalah Putri Kula dan Putri Kuli yang kembar.
"Bajumu bagus sekali, Luna. Pasti itu baju baru," kata Putri Kula.
"Pasti. Dan kalian memakai baju yang tidak bagus," jawab Putri Luna.
Si kembar pun merasa sedih.
Satu per satu teman Putri Luna datang dan mengagumi bajunya yang bagus. Putri Aline juga mengagumi gaun Putri Luna. Tapi Putri Aline tidak suka pada Putri Luna karena dia sombong.
"Hei Luna, kau itu sangat sombong. Aku tidak suka dengan kebiasaanmu. Coba tadi aku tidak ke sini pasti aku tidak mendapatkan kesombonganmu. Kau selalu saja memikirkan gaun dan tubuhmu agar terlihat cantik. Tapi, kau salah, masih banyak di luar sana yang ingin mempunyai makanan, minuman, pakaian, rumah dan yang lain. Kamu seharusnya bersyukur atas rezekimu, aku sendiri memakai baju ibuku yang sudah kuno. Pasti kamu tidak menyadarinya. Bersikap baiklah sekarang!!!" Putri Aline benar-benar marah besar.
Putri Luna kaget.
"Maafkan aku kalau kalian merasa aku sombong dan terima kasih Aline kau sudah membuat aku sadar atas kesalahanku ini. Sekali lagi aku minta maaf teman-teman aku tidak akan sombong lagi. Aku janji!"
Akhirnya, saat itu dan seterusnya Putri Luna tidak manja dan sombong lagi.
Salam #KangAsung
Putri Luna tumbuh menjadi anak yang manja dan sombong. Setiap hari ada saja ulahnya yang membuat Kerajaan umirun ribut.
Pada suatu pagi, saat Raja dan Ratu sarapan bersama Putri Luna, tiba-tiba Putri Luna merengek karena gaun untuk hari ulang tahunnya belum ada.
"Luna sayang, Ayah tahu kamu ingin baju baru, tapi bukankah baju pestamu masih banyak di lemari pakaianmu?" kata Raja.
"Tapi Ayah, baju-bajuku sudah kuno dan sudah aku pakai setiap harinya. Teman-temanku bisa bosan melihatku memakai baju itu."
"Tentu saja tidak," kata ayahnya.
"Aku, kan, ingin tetap cantik dan anggun. Masa aku memakai baju yang kuno?"
Sang raja hanya tersenyum.
Pagi hari pun tiba. Putri Luna sudah bersiap-siap untuk hari ulang tahunnya. Tentu saja Putri Luna tidak memakai baju lamanya yang dia anggap kuno. Raja Humirun sudah membelikan baju yang bagus untuk anak kesayangannya itu.
Putri Luna menunggu teman-temannya di pintu istana. Yang pertama datang adalah Putri Kula dan Putri Kuli yang kembar.
"Bajumu bagus sekali, Luna. Pasti itu baju baru," kata Putri Kula.
"Pasti. Dan kalian memakai baju yang tidak bagus," jawab Putri Luna.
Si kembar pun merasa sedih.
Satu per satu teman Putri Luna datang dan mengagumi bajunya yang bagus. Putri Aline juga mengagumi gaun Putri Luna. Tapi Putri Aline tidak suka pada Putri Luna karena dia sombong.
"Hei Luna, kau itu sangat sombong. Aku tidak suka dengan kebiasaanmu. Coba tadi aku tidak ke sini pasti aku tidak mendapatkan kesombonganmu. Kau selalu saja memikirkan gaun dan tubuhmu agar terlihat cantik. Tapi, kau salah, masih banyak di luar sana yang ingin mempunyai makanan, minuman, pakaian, rumah dan yang lain. Kamu seharusnya bersyukur atas rezekimu, aku sendiri memakai baju ibuku yang sudah kuno. Pasti kamu tidak menyadarinya. Bersikap baiklah sekarang!!!" Putri Aline benar-benar marah besar.
Putri Luna kaget.
"Maafkan aku kalau kalian merasa aku sombong dan terima kasih Aline kau sudah membuat aku sadar atas kesalahanku ini. Sekali lagi aku minta maaf teman-teman aku tidak akan sombong lagi. Aku janji!"
Akhirnya, saat itu dan seterusnya Putri Luna tidak manja dan sombong lagi.
Salam #KangAsung

0 Komentar