Malam hari saat aku sedang belajar mama memanggilku “Purii!” panggil mama, “iya ma?” jawabku. “ada temen kamu tuh yang pengen ketemu kamu” ucap mama. “indah ya ma?” tanyaku. “bukan, udah sana samperin aja dulu” ucap mama.
“siapa sih.” gumanku dalam hati dengan penasaran. “hay?” sapa seorang cowok itu, “hm iya. Kamu siapa ya? Kok aku kayaknya nggak punya temen yang mukanya kayak kamu?” tanyaku. “boleh masuk dulu nggak. Ntar aku jelasin” pintanya. “ouh, ya silahkan.” ucapku sambil mempersilahkan dia masuk.
“siapa sih.” gumanku dalam hati dengan penasaran. “hay?” sapa seorang cowok itu, “hm iya. Kamu siapa ya? Kok aku kayaknya nggak punya temen yang mukanya kayak kamu?” tanyaku. “boleh masuk dulu nggak. Ntar aku jelasin” pintanya. “ouh, ya silahkan.” ucapku sambil mempersilahkan dia masuk.
Aku pun menemaninya duduk layaknya seorang tuan rumah lalu dia mengulurkan tangannya “kenalin aku bintang.” ucapnya, “aku Puri. Ada keperluan apa ya?” tanyaku sambil sedikit penasaran. “aku kesini mau nyampain surat ini ke kamu” sambil memberikan surat itu aku pun langsung menerimanya tanpa bertanya dulu karena saking penasarannya.
Untuk: Puri
Untuk: Puri
Maafin aku Puri sebelumnya. Aku tidak bilang apa-apa sama kamu. Karena aku takut kamu bakalan sedih. Mulai saat ini aku dan keluargaku pindah ke pontianak. Karena ayahku dipindah tugaskan kesana. Dan pastinya aku bakalan sekolah disana. Puri, maafin aku ya kalau aku pernah nyusahin kamu. Aku sayang banget sama kamu Puri dan pastinya aku bakalan kangen banget sama kamu, kamu adalah sahabat terbaikku.
Dari: indah
“kenapa orang yang aku anggap keluarga harus pergi ninggalin aku” kuteteskan air mataku. Lalu tiba tiba bintang mengusap air mataku. “udah lah Puri. Jangan sedih, sayang kalau air matamu dibuang. Disini masih ada aku. Aku mau kok jadi temen setia kamu”. Aku pun malu dan langsung mencubit bintang. “awh. Sakit, ternyata Puri galak banget”
Keesokan harinya bintang datang menjemputku untuk berangkat bersama. “maa aku berangkat dulu!” teriakku. “tante aku juga berangkat ya” ucap bintang. “iya. Hati hati ya sayang.. Bintang jagain anak kesayangan tante ya” jawab mama. “siap tante” sahut bintang. “ih apaan sih mama.. Aku kan udah gede..” ucapku. Mama dan bintang hanya tersenyum kecil
Dari: indah
“kenapa orang yang aku anggap keluarga harus pergi ninggalin aku” kuteteskan air mataku. Lalu tiba tiba bintang mengusap air mataku. “udah lah Puri. Jangan sedih, sayang kalau air matamu dibuang. Disini masih ada aku. Aku mau kok jadi temen setia kamu”. Aku pun malu dan langsung mencubit bintang. “awh. Sakit, ternyata Puri galak banget”
Keesokan harinya bintang datang menjemputku untuk berangkat bersama. “maa aku berangkat dulu!” teriakku. “tante aku juga berangkat ya” ucap bintang. “iya. Hati hati ya sayang.. Bintang jagain anak kesayangan tante ya” jawab mama. “siap tante” sahut bintang. “ih apaan sih mama.. Aku kan udah gede..” ucapku. Mama dan bintang hanya tersenyum kecil
Hari hariku pun menjadi berwarna warni, bintang sangat perhatian sekali padaku, dia selalu buat aku tertawa. Aku selalu pergi bersama bintang ke puncak, ke taman dan tempat tempat indah lainnya.
“Puri.. Sudah sekian lama aku ingin menyatakan rasa ini padamu. Aku pun sudah tak tahan menahan semua ini. Kau bagai bulan di hatiku yang selalu setia temani malam malamku, sungguh ku ingin selalu bersamamu. Semua yang ada dalam diriku berubah ketika hadirnya dirimu dalam hidupku. Puri.. Maukah kamu menjadi kekasih hatiku?” tanya bintang.
“akuu akuu.. Mau.. Bintang.” jawabku dengan gugup karena detak jantungku berdebar-debar. “aku sangat mencintaimu bintang” ucapku dalam hati.
“Puri.. Sudah sekian lama aku ingin menyatakan rasa ini padamu. Aku pun sudah tak tahan menahan semua ini. Kau bagai bulan di hatiku yang selalu setia temani malam malamku, sungguh ku ingin selalu bersamamu. Semua yang ada dalam diriku berubah ketika hadirnya dirimu dalam hidupku. Puri.. Maukah kamu menjadi kekasih hatiku?” tanya bintang.
“akuu akuu.. Mau.. Bintang.” jawabku dengan gugup karena detak jantungku berdebar-debar. “aku sangat mencintaimu bintang” ucapku dalam hati.
Hari-hariku pun tambah berwarna, aku senang sekali sudah memiliki bintang, dia mengajarkanku arti kesetiaan dan kasih sayang. Hingga saat liburan tiba aku dan bintang pergi ke puncak kesukaan ku, ibuku dan ibunya bintang mengizinkan kami berdua menginap, karena sore itu hujan sangat deras, bintang mengajakku jalan-jalan dan kami berdua pun berpayungan. Satu payung untuk berdua.
“Puri..” bisik bintang. “ada apa bintang.?” tanyaku. “aku sangat mencintaimu dan aku akan selalu ada disamping kamu..” ucap bintang dengan lembut. “iya bintang aku juga sangat cinta padamu dan aku bakalan setia temani hari-harimu sampai kita tua nanti” ucapku. “iya.. Main yuk?” ajak bintang, “main? Gimana?” tanyaku.
“Puri..” bisik bintang. “ada apa bintang.?” tanyaku. “aku sangat mencintaimu dan aku akan selalu ada disamping kamu..” ucap bintang dengan lembut. “iya bintang aku juga sangat cinta padamu dan aku bakalan setia temani hari-harimu sampai kita tua nanti” ucapku. “iya.. Main yuk?” ajak bintang, “main? Gimana?” tanyaku.
Setelah itu bintang menutup mataku dengan slayer warna hitam, aku malah meledek bintang, aku berusaha agar tidak dipayungi biar basah kuyup. Saat aku berlari kecil “Puria.. Jangan lari, ntar kamu basah kuyup” ucap bintang sambil memayungiku.
Saat aku berlari kecil lagi bintang pun menyusulku untuk memayungiku lagi “ih.. Dibilangin kok bandel banget sih Puri sayang” ucap bintang. Namun ketika aku berlari kecil untuk terakhir kalinya bintang tidak memayungiku dan membiarkanku basah kuyup, dalam hatiku aku merasakan kegelisahan, aku tunggu sekitar 1 menit dia tidak memayungiku. “bintang?” tanyaku. “Puri.. Maka.. Sih.. Ya..” ucap bintang dengan nada terputus-putus
Kubuka slayerku dan “bintang!!!” aku pun tak kuat menahan air mataku yang tak kuat menahan semua itu
“bintang! Jangan tinggalin aku!. Aku butuh kamu! Aku sayang kamu bintang! Bangun bintang! Bangun!”
Saat aku berlari kecil lagi bintang pun menyusulku untuk memayungiku lagi “ih.. Dibilangin kok bandel banget sih Puri sayang” ucap bintang. Namun ketika aku berlari kecil untuk terakhir kalinya bintang tidak memayungiku dan membiarkanku basah kuyup, dalam hatiku aku merasakan kegelisahan, aku tunggu sekitar 1 menit dia tidak memayungiku. “bintang?” tanyaku. “Puri.. Maka.. Sih.. Ya..” ucap bintang dengan nada terputus-putus
Kubuka slayerku dan “bintang!!!” aku pun tak kuat menahan air mataku yang tak kuat menahan semua itu
“bintang! Jangan tinggalin aku!. Aku butuh kamu! Aku sayang kamu bintang! Bangun bintang! Bangun!”
Di bawah guyuran hujan yang membasahi tubuh ini, aku kehilangan seseorang yang sangat berarti bagiku. Seseorang yang memberikanku cinta dan kasih sayang yang teramat tulus untukku, dan seseorang yang pertama kali mengajarkanku arti kesetiaan. Kini aku telah kehilangannya..
Setelah semua itu terjadi, ibu bintang berkata padaku bahwa dia mengidap penyakit leukimia sejak kecil dan sebelum bintang meninggal ia telah membuat surat untukku yang dititipkan ibunya.
Puri sayang
Setelah semua itu terjadi, ibu bintang berkata padaku bahwa dia mengidap penyakit leukimia sejak kecil dan sebelum bintang meninggal ia telah membuat surat untukku yang dititipkan ibunya.
Puri sayang
Maafkan aku jka aku tak bisa temani hari-harimu lagi
Maafkan aku jika aku tak bisa setia di sampingmu lagi
Maafkan aku yang tak bisa melindungimu lagi
Dan maafkan aku jika aku harus meninggalkanmu
Maafkan aku jika aku tak bisa setia di sampingmu lagi
Maafkan aku yang tak bisa melindungimu lagi
Dan maafkan aku jika aku harus meninggalkanmu
Terimakasih

0 Komentar