I Love You Mom

Hari-hari aku jalani dengan susah payah. Berusaha untuk tetap sekolah. Ayahku sudah meninggal. Hanya ibu yang ku punya di dunia ini. Aku selalu iri melihat teman-temanku di antar-jemput oleh ayah/ibunya. Sedangkan aku?, Aku harus pergi sendiri dengan berjalan kaki. Ibu kerja setiap hari, pergi pagi pulang malam. Aku jarang berkumpul bersama ibu untuk bersenda gurau sekalipun.
Pernah suatu kali aku memohon kepada ibu, “Bu, tak usah kerja, ya, sehari saja,” pintaku.
“Kalau Ibu tak kerja, dari mana biaya kau untuk sekolah,” jawab beliau.
Aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Kadang aku berpikir, apakah ibu sayang padaku? Tapi dengan cepat aku tangkis pemikiran itu. Aku selalu berusaha menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.
Saat pembagian raport tiba, aku di panggil menuju podium oleh bapak kepala sekolah.
“Neyna,” panggil pak kepala sekolah. Kami akan memberi penghargaan kepadamu karena kau adalah siswi terpintar di sekolah ini.”
Semua orang bertepuk tangan untukku. Tapi, hatiku miris melihat semua ini, karena tak ada ibu yang mendampingiku.
Pemikiran itu kembali datang. Apakah ibu tak sayang padaku? Kali ini aku tak dapat menangkisnya. Karena itu, selama beberapa hari aku tak berbicara kepada ibu.
Suatu kali saat aku pulang sekolah, aku kaget karena Ibu sudah pulang. Tiba-tiba dari arah dapur, aku melihat Ibu berlari ke arahku dan langsung memelukku.
“Neyna, Ibu sayang padamu. Maafkan Ibu. Untukmu, Ibu akan bekerja separuh waktu,” kata Ibu sambil menangis.
Mulai saat itu, aku tak pernah mempunyai pemikiran bahwa Ibu tak sayang padaku. Ibu sayang aku.
Aku cinta Ibu.
I love you, Mom…

0 Komentar